Every mother is a teacher.
Setiap ibu adalah seorang pengajar, tanpa terkecuali saya.
Tuhan memakai hidup saya untuk mendampingi anak-anak saya saat mereka belajar merangkak, belajar jalan, belajar berkata-kata, dan selanjutnya.
Setiap hari, saya mengajarkan anak-anak saya mengenai kehidupan sehari-hari seperti bagaimana menggunakan sendok, makan, berpakaian, dan sebagainya. Saya mengajarkan life skill yang dibutuhkan sehari-hari di rumah.
Tiba saatnya mereka masuk usia sekolah, saya sempat ragu-ragu apakah saya mampu mengajarkan pelajaran-pelajaran akademik dan skill lainnya yang dibutuhkan ?
Saya berdoa dan Tuhan memanggil saya untuk menjalankan homeschooling untuk pendidikan anak-anak saya. Tetapi tidak sedikit intimidasi berdatangan membuat saya ragu-ragu dan takut gagal.
Saya takut saya tidak mampu, saya khawatir bahwa saya tidak cukup pandai untuk mengajar anak-anak saya.
Namun saya memutuskan untuk tidak mengikuti intimidasi dan membiarkan ketakutan menguasai saya, saya memilih untuk mengikuti panggilan Tuhan dalam hidup saya.
Saya percaya ketika saya taat untuk berjalan dalam panggilanNya, Ia akan memberikan hikmat dan pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk menjalankan homeschooling.
Ketakutan dan keragu-raguan merupakan intimidasi yang bisa melemahkan hidup kita untuk berjalan dalam panggilan Tuhan.
Oleh karena itu, berdoalah sungguh-sungguh saat ingin menjalankan homeschooling.
Saat kita yakin itu adalah panggilan buat keluarga kita, jangan memandang kemampuan manusiawi kita.
Kita memang terbatas, tapi saat kita menjalankannya dengan sungguh-sungguh, melakukan yang terbaik dan mengandalkan Tuhan, tidak ada kesulitan yang tidak bisa diatasi. (-AOP- )
Happy homeschooling !!
Read More..
Setiap ibu adalah seorang pengajar, tanpa terkecuali saya.
Tuhan memakai hidup saya untuk mendampingi anak-anak saya saat mereka belajar merangkak, belajar jalan, belajar berkata-kata, dan selanjutnya.
Setiap hari, saya mengajarkan anak-anak saya mengenai kehidupan sehari-hari seperti bagaimana menggunakan sendok, makan, berpakaian, dan sebagainya. Saya mengajarkan life skill yang dibutuhkan sehari-hari di rumah.
Tiba saatnya mereka masuk usia sekolah, saya sempat ragu-ragu apakah saya mampu mengajarkan pelajaran-pelajaran akademik dan skill lainnya yang dibutuhkan ?
Saya berdoa dan Tuhan memanggil saya untuk menjalankan homeschooling untuk pendidikan anak-anak saya. Tetapi tidak sedikit intimidasi berdatangan membuat saya ragu-ragu dan takut gagal.
Saya takut saya tidak mampu, saya khawatir bahwa saya tidak cukup pandai untuk mengajar anak-anak saya.
Namun saya memutuskan untuk tidak mengikuti intimidasi dan membiarkan ketakutan menguasai saya, saya memilih untuk mengikuti panggilan Tuhan dalam hidup saya.
Saya percaya ketika saya taat untuk berjalan dalam panggilanNya, Ia akan memberikan hikmat dan pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk menjalankan homeschooling.
Ketakutan dan keragu-raguan merupakan intimidasi yang bisa melemahkan hidup kita untuk berjalan dalam panggilan Tuhan.
Oleh karena itu, berdoalah sungguh-sungguh saat ingin menjalankan homeschooling.
Saat kita yakin itu adalah panggilan buat keluarga kita, jangan memandang kemampuan manusiawi kita.
Kita memang terbatas, tapi saat kita menjalankannya dengan sungguh-sungguh, melakukan yang terbaik dan mengandalkan Tuhan, tidak ada kesulitan yang tidak bisa diatasi. (-AOP- )
Happy homeschooling !!












