Read More..
HELLO and WELCOME TO MY BLOG
This blog is a journal of my life.
I say "Life is Beautiful" because God is good all the time and
"I know that God is always work for the good of everyone who loves Him." (Romans 8:28)
I love Jesus and I am very blessed with what He has done,
what He is doing and what He will do in my life.
Everyday is beautiful in His hands.
Thanks for coming to my blog.
It's so nice to meet you.
God bless you ...
I say "Life is Beautiful" because God is good all the time and
"I know that God is always work for the good of everyone who loves Him." (Romans 8:28)
I love Jesus and I am very blessed with what He has done,
what He is doing and what He will do in my life.
Everyday is beautiful in His hands.
Thanks for coming to my blog.
It's so nice to meet you.
God bless you ...
Thursday, November 10, 2011
Wednesday, January 26, 2011
Only by HIS GRACE

Alkitab begitu transparan dalam membuka kelemahan dan tabir hidup para "hero" dalam Alkitab.
Abraham pernah berdusta.
Istri Hosea adalah pelacur.
Petrus sesumbar dan sempat ditegur Yesus.
Nuh mabuk.
Yunus "racis" terhadap orang-orang Niniwe.
Yakub menipu.
Elia "kehabisan energi" dan "burn-out"
Yeremia sempat depresi dan ingin mengakhiri hidup.
Thomas si peragu.
Musa pemarah (meskipun ia orang yang disebut lembut hati).
Timotius memiliki pergumulan dalam pencernaan.
Daud berzinah dan mengatur skenario pembunuhan.
Peter Scazzero mengungkapkan dengan tepat,
"...that every human being on earth, regardless of their gifts and strengths, is weak, vulnerable, and dependent on God and others"
Semoga dengan melihat realita kekuatan dan kelemahan tokoh-tokoh hero, kita tidak mudah memuja dan menghakimi orang (pemimpin/public figure), dan di saat yang sama kita melihat diri sendiri dengan berkata seperti Paulus, "saya lemah, namun saya kuat hanya karena ANUGERAH Allah."
Cermin diri dengan melihat refleksi sinar kasih Allah, tidak membuat kita sombong, rendah diri, menyalahkan masa lalu/keluarga/keadaan, tetapi dengan keyakinan di dalam Allah, kita menjadi "helper" bagi mereka yang mengalami "brokenness."
(by : DSG)
Read More..
Abraham pernah berdusta.
Istri Hosea adalah pelacur.
Petrus sesumbar dan sempat ditegur Yesus.
Nuh mabuk.
Yunus "racis" terhadap orang-orang Niniwe.
Yakub menipu.
Elia "kehabisan energi" dan "burn-out"
Yeremia sempat depresi dan ingin mengakhiri hidup.
Thomas si peragu.
Musa pemarah (meskipun ia orang yang disebut lembut hati).
Timotius memiliki pergumulan dalam pencernaan.
Daud berzinah dan mengatur skenario pembunuhan.
Peter Scazzero mengungkapkan dengan tepat,
"...that every human being on earth, regardless of their gifts and strengths, is weak, vulnerable, and dependent on God and others"
Semoga dengan melihat realita kekuatan dan kelemahan tokoh-tokoh hero, kita tidak mudah memuja dan menghakimi orang (pemimpin/public figure), dan di saat yang sama kita melihat diri sendiri dengan berkata seperti Paulus, "saya lemah, namun saya kuat hanya karena ANUGERAH Allah."
Cermin diri dengan melihat refleksi sinar kasih Allah, tidak membuat kita sombong, rendah diri, menyalahkan masa lalu/keluarga/keadaan, tetapi dengan keyakinan di dalam Allah, kita menjadi "helper" bagi mereka yang mengalami "brokenness."
(by : DSG)
Tuesday, November 02, 2010
Indahnya Belajar Konseling

Telah berbulan-bulan lamanya saya absen menulis blog..... Hal ini disebabkan karena bertambahnya kegiatan saya. Sejak Agustus 2009, saya mulai mengikuti kuliah-S2 untuk program M.A in Counseling.
Kerinduan untuk kuliah lagi menjadi satu pokok doa dalam hidup saya. Salah satu pergumulan yang saya hadapi adalah bagaimana membagi waktu antara keluarga, homeschooling anak-anak, menulis buku dan pelayanan di gereja. Apalagi jika ditambah dengan kuliah? Namun, saya merasakan panggilanNya.....dorongan yang begitu kuat di hati saya membuat saya sulit untuk menundanya lagi. Saya percaya, ketika Tuhan menuntun hidup saya, maka Ia akan memberikan kekuatan dan anugerah yang memampukan saya untuk menjalaninya.
Ketika saya memutuskan untuk memilih belajar konseling di antara dua jurusan yang saya doakan saat itu (Education atau Counseling), ada yang mendukung dan ada yang kurang mendukung pilihan saya. Salah satu pernyataan yang terlontar adalah, “Untuk apa belajar konseling? Toh konseling bisa dipelajari dengan membaca buku-buku, tidak harus kuliah selama 2,5 tahun?"
Saya mendoakan lagi hal ini dengan sungguh-sungguh dan saya merasakan Ia menuntun saya untuk belajar konseling. Saya telah mengikuti kuliah selama setahun..... saya sangat bersyukur!! Walaupun saya harus berjuang dengan tugas paper yang luar biasa banyaknya. Ternyata banyak hal baru yang saya dapatkan, bahkan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Banyak aspek kehidupan saya yang berubah menjadi semakin baik.
Berkat pertama yang saya peroleh adalah saya menjadi semakin mengenal diri saya sendiri. Saya mengenali kepribadian saya, kecenderungan emosi saya, kelebihan dan kekurangan diri saya serta potensi dalam diri saya. Setelah saya mengenali emosi saya, saya mempelajari satu ketrampilan hidup, yaitu mengelola emosi saya. Ini adalah sebuah ketrampilan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika saya kecewa dan sedih, saya bisa mengelola kekecewaan dan kesedihan saya. Saya pun diperlengkapi dengan ketrampilan untuk mengatasi masalah saya sendiri.
Kesadaran diri saya (self awareness) dan empati saya pun semakin meningkat. Biasanya saya sering menilai orang lain dengan standart pribadi saya. Tetapi, sekarang saya bisa memahami situasi orang lain dan konteks hidup orang tersebut. Saya bisa berempati terhadap keadaan orang lain.
Dengan bertambahnya ketrampilan tersebut, maka banyak kebiasaan dan sifat negatif saya semakin dikikis. Hal ini sangat berpengaruh terhadap relasi sosial saya terhadap orang lain. Hubungan saya dengan suami saya semakin hangat. Dalam menghadapi anak-anak dan mengajar anak-anak di rumah, saya tidak mudah tertekan atau burn out. Suami dan anak-anak saya bilang, saya banyak berubah setelah belajar konseling. Relasi saya dengan teman-teman pun menjadi lebih baik dan harmonis. Saya semakin menikmati hidup saya.
Satu hal yang tidak terlupakan, saat kuliah saya berjumpa dengan teman-teman baru yang bisa menerima saya apa adanya dan sangat menguatkan saya di saat mengalami pergumulan hidup.
Berkat berikutnya adalah saya bisa menggali dan menemukan potensi-potensi dalam diri saya. Saya selalu teringat perkataan mentor/gembala saya mengenai pentingnya menemukan high calling dan destinasi Ilahi dalam hidup saya agar saya bisa maksimal dan tajam dalam melayani Tuhan. Salah satu cara untuk menemukan panggilan adalah dengan mengenali potensi dalam diri kita, yaitu talenta, bakat dan karunia. Saya sangat percaya bahwa Tuhan membentuk setiap kita unik dengan potensi yang khas untuk kemuliaanNya. Hanya saja, tidak semua orang bisa mengenali potensi yang Tuhan berikan dalam hidupnya, sehingga potensi tersebut menjadi terpendam dan tidak berkembang. Saya bersyukur, melalui belajar konseling, saya bisa menemukan 'harta karun' dalam hidup saya. Saat ini saya berfokus untuk terus mengasah potensi saya, melayani sesuai dengan karunia dan talenta yang Tuhan berikan dan rindu untuk terus melayaniNya sesuai dengan rencana yang telah Tuhan tetapkan dalam hidup saya.
Dalam melayaniNya, Tuhan mempertemukan saya dengan banyak orang. Setiap orang pasti mengalami pergumulan hidup dan banyak dari mereka yang membutuhkan pertolongan. Setelah belajar konseling, saya sangat diperlengkapi dalam melayani orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Saya pun semakin dipertajam dalam pelayanan konseling, antara lain saya belajar bagaimana melayani konseling secara spesifik, seperti konseling pastoral, melayani konseling anak, konseling remaja, konseling keluarga, konseling pranikah, terapi kelompok, konseling kasus-kasus dan sebagainya. Rasanya senang sekali bisa menjadi alat Tuhan dan saluran berkat bagi orang lain.





Read More..
Kerinduan untuk kuliah lagi menjadi satu pokok doa dalam hidup saya. Salah satu pergumulan yang saya hadapi adalah bagaimana membagi waktu antara keluarga, homeschooling anak-anak, menulis buku dan pelayanan di gereja. Apalagi jika ditambah dengan kuliah? Namun, saya merasakan panggilanNya.....dorongan yang begitu kuat di hati saya membuat saya sulit untuk menundanya lagi. Saya percaya, ketika Tuhan menuntun hidup saya, maka Ia akan memberikan kekuatan dan anugerah yang memampukan saya untuk menjalaninya.
Ketika saya memutuskan untuk memilih belajar konseling di antara dua jurusan yang saya doakan saat itu (Education atau Counseling), ada yang mendukung dan ada yang kurang mendukung pilihan saya. Salah satu pernyataan yang terlontar adalah, “Untuk apa belajar konseling? Toh konseling bisa dipelajari dengan membaca buku-buku, tidak harus kuliah selama 2,5 tahun?"
Saya mendoakan lagi hal ini dengan sungguh-sungguh dan saya merasakan Ia menuntun saya untuk belajar konseling. Saya telah mengikuti kuliah selama setahun..... saya sangat bersyukur!! Walaupun saya harus berjuang dengan tugas paper yang luar biasa banyaknya. Ternyata banyak hal baru yang saya dapatkan, bahkan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Banyak aspek kehidupan saya yang berubah menjadi semakin baik.
Berkat pertama yang saya peroleh adalah saya menjadi semakin mengenal diri saya sendiri. Saya mengenali kepribadian saya, kecenderungan emosi saya, kelebihan dan kekurangan diri saya serta potensi dalam diri saya. Setelah saya mengenali emosi saya, saya mempelajari satu ketrampilan hidup, yaitu mengelola emosi saya. Ini adalah sebuah ketrampilan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika saya kecewa dan sedih, saya bisa mengelola kekecewaan dan kesedihan saya. Saya pun diperlengkapi dengan ketrampilan untuk mengatasi masalah saya sendiri.
Kesadaran diri saya (self awareness) dan empati saya pun semakin meningkat. Biasanya saya sering menilai orang lain dengan standart pribadi saya. Tetapi, sekarang saya bisa memahami situasi orang lain dan konteks hidup orang tersebut. Saya bisa berempati terhadap keadaan orang lain.
Dengan bertambahnya ketrampilan tersebut, maka banyak kebiasaan dan sifat negatif saya semakin dikikis. Hal ini sangat berpengaruh terhadap relasi sosial saya terhadap orang lain. Hubungan saya dengan suami saya semakin hangat. Dalam menghadapi anak-anak dan mengajar anak-anak di rumah, saya tidak mudah tertekan atau burn out. Suami dan anak-anak saya bilang, saya banyak berubah setelah belajar konseling. Relasi saya dengan teman-teman pun menjadi lebih baik dan harmonis. Saya semakin menikmati hidup saya.
Satu hal yang tidak terlupakan, saat kuliah saya berjumpa dengan teman-teman baru yang bisa menerima saya apa adanya dan sangat menguatkan saya di saat mengalami pergumulan hidup.
Berkat berikutnya adalah saya bisa menggali dan menemukan potensi-potensi dalam diri saya. Saya selalu teringat perkataan mentor/gembala saya mengenai pentingnya menemukan high calling dan destinasi Ilahi dalam hidup saya agar saya bisa maksimal dan tajam dalam melayani Tuhan. Salah satu cara untuk menemukan panggilan adalah dengan mengenali potensi dalam diri kita, yaitu talenta, bakat dan karunia. Saya sangat percaya bahwa Tuhan membentuk setiap kita unik dengan potensi yang khas untuk kemuliaanNya. Hanya saja, tidak semua orang bisa mengenali potensi yang Tuhan berikan dalam hidupnya, sehingga potensi tersebut menjadi terpendam dan tidak berkembang. Saya bersyukur, melalui belajar konseling, saya bisa menemukan 'harta karun' dalam hidup saya. Saat ini saya berfokus untuk terus mengasah potensi saya, melayani sesuai dengan karunia dan talenta yang Tuhan berikan dan rindu untuk terus melayaniNya sesuai dengan rencana yang telah Tuhan tetapkan dalam hidup saya.
Dalam melayaniNya, Tuhan mempertemukan saya dengan banyak orang. Setiap orang pasti mengalami pergumulan hidup dan banyak dari mereka yang membutuhkan pertolongan. Setelah belajar konseling, saya sangat diperlengkapi dalam melayani orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Saya pun semakin dipertajam dalam pelayanan konseling, antara lain saya belajar bagaimana melayani konseling secara spesifik, seperti konseling pastoral, melayani konseling anak, konseling remaja, konseling keluarga, konseling pranikah, terapi kelompok, konseling kasus-kasus dan sebagainya. Rasanya senang sekali bisa menjadi alat Tuhan dan saluran berkat bagi orang lain.
Belajar konseling membuat saya bisa
memotret pemandangan indah di dalam kehidupan saya,
walau di tengah badai sekalipun.
Saya rindu pemandangan indah tersebut,
dapat menjadi sumber insprasi bagi orang lain,
dan menjadi warisan bernilai bagi keluarga saya !!!
memotret pemandangan indah di dalam kehidupan saya,
walau di tengah badai sekalipun.
Saya rindu pemandangan indah tersebut,
dapat menjadi sumber insprasi bagi orang lain,
dan menjadi warisan bernilai bagi keluarga saya !!!

Create healing experience `warmth, genuineness, empathy'..
AGAPE's Class Theraphy (C)
AGAPE's Class Theraphy (C)

“On life's journey faith is nourishment, virtuous deeds are a shelter,
wisdom is the light by day and
right mindfulness is the protection by night.
If a man lives a pure life, nothing can destroy him.”
wisdom is the light by day and
right mindfulness is the protection by night.
If a man lives a pure life, nothing can destroy him.”



People laugh because it makes you feel good.
It is an emotional release such as crying.
Laughing releases endorphins, natural pain killers, and serotonin.
This combination makes us feel good.
So go ahead and SMILE !!!
It is an emotional release such as crying.
Laughing releases endorphins, natural pain killers, and serotonin.
This combination makes us feel good.
So go ahead and SMILE !!!
Thursday, January 21, 2010
Saat keragu-raguan muncul
Every mother is a teacher.
Setiap ibu adalah seorang pengajar, tanpa terkecuali saya.
Tuhan memakai hidup saya untuk mendampingi anak-anak saya saat mereka belajar merangkak, belajar jalan, belajar berkata-kata, dan selanjutnya.
Setiap hari, saya mengajarkan anak-anak saya mengenai kehidupan sehari-hari seperti bagaimana menggunakan sendok, makan, berpakaian, dan sebagainya. Saya mengajarkan life skill yang dibutuhkan sehari-hari di rumah.
Tiba saatnya mereka masuk usia sekolah, saya sempat ragu-ragu apakah saya mampu mengajarkan pelajaran-pelajaran akademik dan skill lainnya yang dibutuhkan ?
Saya berdoa dan Tuhan memanggil saya untuk menjalankan homeschooling untuk pendidikan anak-anak saya. Tetapi tidak sedikit intimidasi berdatangan membuat saya ragu-ragu dan takut gagal.
Saya takut saya tidak mampu, saya khawatir bahwa saya tidak cukup pandai untuk mengajar anak-anak saya.
Namun saya memutuskan untuk tidak mengikuti intimidasi dan membiarkan ketakutan menguasai saya, saya memilih untuk mengikuti panggilan Tuhan dalam hidup saya.
Saya percaya ketika saya taat untuk berjalan dalam panggilanNya, Ia akan memberikan hikmat dan pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk menjalankan homeschooling.
Ketakutan dan keragu-raguan merupakan intimidasi yang bisa melemahkan hidup kita untuk berjalan dalam panggilan Tuhan.
Oleh karena itu, berdoalah sungguh-sungguh saat ingin menjalankan homeschooling.
Saat kita yakin itu adalah panggilan buat keluarga kita, jangan memandang kemampuan manusiawi kita.
Kita memang terbatas, tapi saat kita menjalankannya dengan sungguh-sungguh, melakukan yang terbaik dan mengandalkan Tuhan, tidak ada kesulitan yang tidak bisa diatasi. (-AOP- )
Happy homeschooling !!
Read More..
Setiap ibu adalah seorang pengajar, tanpa terkecuali saya.
Tuhan memakai hidup saya untuk mendampingi anak-anak saya saat mereka belajar merangkak, belajar jalan, belajar berkata-kata, dan selanjutnya.
Setiap hari, saya mengajarkan anak-anak saya mengenai kehidupan sehari-hari seperti bagaimana menggunakan sendok, makan, berpakaian, dan sebagainya. Saya mengajarkan life skill yang dibutuhkan sehari-hari di rumah.
Tiba saatnya mereka masuk usia sekolah, saya sempat ragu-ragu apakah saya mampu mengajarkan pelajaran-pelajaran akademik dan skill lainnya yang dibutuhkan ?
Saya berdoa dan Tuhan memanggil saya untuk menjalankan homeschooling untuk pendidikan anak-anak saya. Tetapi tidak sedikit intimidasi berdatangan membuat saya ragu-ragu dan takut gagal.
Saya takut saya tidak mampu, saya khawatir bahwa saya tidak cukup pandai untuk mengajar anak-anak saya.
Namun saya memutuskan untuk tidak mengikuti intimidasi dan membiarkan ketakutan menguasai saya, saya memilih untuk mengikuti panggilan Tuhan dalam hidup saya.
Saya percaya ketika saya taat untuk berjalan dalam panggilanNya, Ia akan memberikan hikmat dan pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk menjalankan homeschooling.
Ketakutan dan keragu-raguan merupakan intimidasi yang bisa melemahkan hidup kita untuk berjalan dalam panggilan Tuhan.
Oleh karena itu, berdoalah sungguh-sungguh saat ingin menjalankan homeschooling.
Saat kita yakin itu adalah panggilan buat keluarga kita, jangan memandang kemampuan manusiawi kita.
Kita memang terbatas, tapi saat kita menjalankannya dengan sungguh-sungguh, melakukan yang terbaik dan mengandalkan Tuhan, tidak ada kesulitan yang tidak bisa diatasi. (-AOP- )
Happy homeschooling !!
Label:
HOMESCHOOLING ABOUT
Thursday, January 14, 2010
Homeschooling's Price
Mengurus rumah tangga, mengurus anak-anak plus homeschooling membuat saya merasa bahwa hidup saya sehari-hari dipenuhi oleh anak-anak dan tugas dan tugas.
Tidak jarang saya merasakan beban berat ada di pundak saya.
Belum lama ada teman saya sharing, ternyata tantangan untuk homeschooling cukup berat ya ?
Betulll.... menurut saya homeschooling bukan sampingan, bukan ala kadarnya, bukan cuma sekedar kegiatan, tapi kita harus memberikan 100% hidup kita dan komitmen untuk melakukan homeschooling.
Melakukan homeschooling membutuhkan kalkulasi biaya yang sangat mahal, yaitu hidup kita. Perlu komitmen, disiplin dan konsistensi.
Kalau bukan karena panggilan Tuhan dalam keluarga kami, mungkin saya bisa menyerah di tengah jalan dalam melakukan homeschooling.
Tapi saya sangat percaya, saat Tuhan memanggil, memberikan tugas, Tuhan akan memberikan kemampuan, memberikan hikmat dan kekuatan untuk menjalaninya.
Sehingga, ketika saya melakukan homeschooling, saya tidak melakukan dengan kekuatan saya sendiri, tapi kekuatan dari Tuhan. Sehingga beban berat terangkat dan digantikan oleh sukacita.
Happy homeschooling !!
Read More..
Tidak jarang saya merasakan beban berat ada di pundak saya.
Belum lama ada teman saya sharing, ternyata tantangan untuk homeschooling cukup berat ya ?
Betulll.... menurut saya homeschooling bukan sampingan, bukan ala kadarnya, bukan cuma sekedar kegiatan, tapi kita harus memberikan 100% hidup kita dan komitmen untuk melakukan homeschooling.
Melakukan homeschooling membutuhkan kalkulasi biaya yang sangat mahal, yaitu hidup kita. Perlu komitmen, disiplin dan konsistensi.
Kalau bukan karena panggilan Tuhan dalam keluarga kami, mungkin saya bisa menyerah di tengah jalan dalam melakukan homeschooling.
Tapi saya sangat percaya, saat Tuhan memanggil, memberikan tugas, Tuhan akan memberikan kemampuan, memberikan hikmat dan kekuatan untuk menjalaninya.
Sehingga, ketika saya melakukan homeschooling, saya tidak melakukan dengan kekuatan saya sendiri, tapi kekuatan dari Tuhan. Sehingga beban berat terangkat dan digantikan oleh sukacita.
Happy homeschooling !!
Label:
HOMESCHOOLING ABOUT
Sunday, November 01, 2009
Buku "SORGA TERBUKA, BERKAT TUHAN NYATA"

Sejak kecil saya tidak pernah berpikir untuk menulis sebuah buku.
Saya pun tidak pernah bermimpi bahwa suatu hari saya akan melayani-Nya lewat tulisan.
Saya bersyukur untuk talenta yang Tuhan berikan dalam tulis-menulis.
Dan saya berterima kasih kepada mentor rohani saya, Pdt. Yonathan Wiryohadi, yang menemukan 'harta karun' tersebut dalam diri saya.
Beliau melatih saya dengan penuh kesabaran dan mengasahnya agar 'harta karun' tersebut bisa dilipatgandakan untuk menjadi berkat bagi banyak orang.
Terima kasih juga karena beliau mempercayakan saya yang masih sangat pemula dalam hal tulis-menulis sebagai kontributor untuk menulis buku Menerobos Sorga dengan Cinta dan buku Sorga Terbuka, Berkat Tuhan Nyata. Di mana buku-buku ini bertujuan untuk memperlengkapi tubuh Kristus.
Juga untuk Erwin, Anselmo dan Arnetta yang sangat mendukung dan merelakan sebagian waktu kebersamaan kami 'direnggut' karena saya menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan komputer setiap hari.
Hari ini, tanggal 1 November 2009, buku Sorga Terbuka, Berkat Tuhan Nyata, telah diterbitkan.
Buku ini terbit di tengah krisis finansial global dan berbagai goncangan yang terjadi di dunia ini.
Apakah kita mau hidup tidak tergoncangkan ?
Apakah kita mau menikmati berkat terbaik dari Tuhan ?
Apa rahasia hidup dalam Perjanjian Berkat dengan Bapa ?
Temukanlah jawabannya melalui buku ini !
Proses penulisan buku kedua ini memakan waktu dua tahun dan sangat tersendat-sendat dikarenakan banyak hal terjadi dalam hidup saya.
Air mata saya sempat terkuras baik dalam kesedihan, duka ataupun mujizat yang saya alami selama kurun waktu tersebut.
Ketika saya baru menulis dua bab, secara tiba-tiba file komputer saya, khususnya data pribadi saya hilang lenyap tanpa diketahui penyebabnya sampai detik ini. Termasuk apa yang telah saya tulis, materi-materi yang telah saya kumpulkan, beberapa foto pribadi, homeschooling portofolio anak-anak saya, tulisan-tulisan saya lainnya.....semua data-data saya hilang !
Hampir sebulan saya menangis setiap hari, semangat saya sempat patah, keinginan untuk meneruskan sempat pudar.
Ajaibnya, di tengah-tengah penulisan buku ini, kami mengalami mujizat Tuhan yang luar biasa. Sungguh Sorga terbuka dan berkat Tuhan nyata bagi keluarga kami !
Bertahun-tahun kami berdoa untuk sebuah rumah yang lebih besar dan rindu memiliki learning center agar bisa menjalankan homeschooling dengan lebih maksimal dan memiliki library untuk menata buku-buku yang bertebaran di setiap sudut rumah mungil kami. We love books very much !...^_^...
Menjelang hari Natal, sepasang suami isteri yang sekarang melayani di Canada, sahabat kami, yang kami tahu pasti bahwa Tuhan telah memakai mereka untuk menjadi saluran berkat bagi kami, mengirimkan email bahwa ada sebuah kado Natal buat kami.
Mereka bilang bahwa ketika mereka berdoa, Tuhan berkata pada mereka agar memberkati kami dengan rumah mereka di sini. Rumahnya cukup besar, persis dengan rumah idaman kami. Dan...kami pindah ke rumah idaman itu. Praise God !
Perjuangan dalam penulisan buku ini terus berlanjut dengan berulang kalinya kerusakan terjadi pada komputer saya. Juga ketika saya mengalami diare hebat, yang membuat saya tidak bisa bangun dari tempat tidur.
Dan...sempat terhenti ketika papa saya berpulang ke Rumah Bapa.
Sebagian besar dari buku ini diselesaikan pada saat-saat keluarga saya masih berduka dengan kepergian papa.
Namun peristiwa ini semakin memacu semangat saya untuk terus menulis dan berkarya bagi Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain.
Semuanya ini hanya karena anugerahNya dan kemuliaan hanya bagi Dia !
Next : The inside of the book....
Read More..
Saya pun tidak pernah bermimpi bahwa suatu hari saya akan melayani-Nya lewat tulisan.
Saya bersyukur untuk talenta yang Tuhan berikan dalam tulis-menulis.
Dan saya berterima kasih kepada mentor rohani saya, Pdt. Yonathan Wiryohadi, yang menemukan 'harta karun' tersebut dalam diri saya.
Beliau melatih saya dengan penuh kesabaran dan mengasahnya agar 'harta karun' tersebut bisa dilipatgandakan untuk menjadi berkat bagi banyak orang.
Terima kasih juga karena beliau mempercayakan saya yang masih sangat pemula dalam hal tulis-menulis sebagai kontributor untuk menulis buku Menerobos Sorga dengan Cinta dan buku Sorga Terbuka, Berkat Tuhan Nyata. Di mana buku-buku ini bertujuan untuk memperlengkapi tubuh Kristus.
Juga untuk Erwin, Anselmo dan Arnetta yang sangat mendukung dan merelakan sebagian waktu kebersamaan kami 'direnggut' karena saya menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan komputer setiap hari.
Hari ini, tanggal 1 November 2009, buku Sorga Terbuka, Berkat Tuhan Nyata, telah diterbitkan.
Buku ini terbit di tengah krisis finansial global dan berbagai goncangan yang terjadi di dunia ini.
Apakah kita mau hidup tidak tergoncangkan ?
Apakah kita mau menikmati berkat terbaik dari Tuhan ?
Apa rahasia hidup dalam Perjanjian Berkat dengan Bapa ?
Temukanlah jawabannya melalui buku ini !
Proses penulisan buku kedua ini memakan waktu dua tahun dan sangat tersendat-sendat dikarenakan banyak hal terjadi dalam hidup saya.
Air mata saya sempat terkuras baik dalam kesedihan, duka ataupun mujizat yang saya alami selama kurun waktu tersebut.
Ketika saya baru menulis dua bab, secara tiba-tiba file komputer saya, khususnya data pribadi saya hilang lenyap tanpa diketahui penyebabnya sampai detik ini. Termasuk apa yang telah saya tulis, materi-materi yang telah saya kumpulkan, beberapa foto pribadi, homeschooling portofolio anak-anak saya, tulisan-tulisan saya lainnya.....semua data-data saya hilang !
Hampir sebulan saya menangis setiap hari, semangat saya sempat patah, keinginan untuk meneruskan sempat pudar.
Ajaibnya, di tengah-tengah penulisan buku ini, kami mengalami mujizat Tuhan yang luar biasa. Sungguh Sorga terbuka dan berkat Tuhan nyata bagi keluarga kami !
Bertahun-tahun kami berdoa untuk sebuah rumah yang lebih besar dan rindu memiliki learning center agar bisa menjalankan homeschooling dengan lebih maksimal dan memiliki library untuk menata buku-buku yang bertebaran di setiap sudut rumah mungil kami. We love books very much !...^_^...
Menjelang hari Natal, sepasang suami isteri yang sekarang melayani di Canada, sahabat kami, yang kami tahu pasti bahwa Tuhan telah memakai mereka untuk menjadi saluran berkat bagi kami, mengirimkan email bahwa ada sebuah kado Natal buat kami.
Mereka bilang bahwa ketika mereka berdoa, Tuhan berkata pada mereka agar memberkati kami dengan rumah mereka di sini. Rumahnya cukup besar, persis dengan rumah idaman kami. Dan...kami pindah ke rumah idaman itu. Praise God !
Perjuangan dalam penulisan buku ini terus berlanjut dengan berulang kalinya kerusakan terjadi pada komputer saya. Juga ketika saya mengalami diare hebat, yang membuat saya tidak bisa bangun dari tempat tidur.
Dan...sempat terhenti ketika papa saya berpulang ke Rumah Bapa.
Sebagian besar dari buku ini diselesaikan pada saat-saat keluarga saya masih berduka dengan kepergian papa.
Namun peristiwa ini semakin memacu semangat saya untuk terus menulis dan berkarya bagi Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain.
Semuanya ini hanya karena anugerahNya dan kemuliaan hanya bagi Dia !
Next : The inside of the book....
Label:
BOOKS,
SORGA TERBUKA
49 Hari Membangun Keintiman dengan Bapa
Buku Sorga Terbuka, Berkat Tuhan Nyata merupakan buku renungan, kelanjutan dari buku sebelumnya, yakni Menerobos Sorga dengan Cinta.
Ketika Tuhan melihat bahwa doa, pujian dan penyembahan kita berbau harum di hadapanNya, sorga terbuka dengan beragam anugerah dan berkat yang disediakan bagi kita.
Terbukanya sorga menjadi bukti bahwa Tuhan begitu berkenan terhadap orang-orang yang senantiasa mencari wajahNya dan mau melakukan apa yang menjadi kerinduan hatiNya.
Melalui buku ini, dalam 49 hari (7 minggu) kita akan dituntun untuk lebih intim dengan Tuhan melalui pembacaan dan perenungan Firman Tuhan dengan fokus-fokus sebagai berikut:
Ketika Tuhan melihat bahwa doa, pujian dan penyembahan kita berbau harum di hadapanNya, sorga terbuka dengan beragam anugerah dan berkat yang disediakan bagi kita.
Terbukanya sorga menjadi bukti bahwa Tuhan begitu berkenan terhadap orang-orang yang senantiasa mencari wajahNya dan mau melakukan apa yang menjadi kerinduan hatiNya.
Melalui buku ini, dalam 49 hari (7 minggu) kita akan dituntun untuk lebih intim dengan Tuhan melalui pembacaan dan perenungan Firman Tuhan dengan fokus-fokus sebagai berikut:
Minggu 1 - Tuhan Berjanji Anda Diberkati
Minggu 2 - Mukjizat di Tengah Krisis
Minggu 3 - Gaya Hidup Kerajaan Allah
Minggu 4 - Uang Hamba yang Baik, Tuan yang Jahat
Minggu 5 - Anda Berhasil Karena Anda Bekerja Keras
Minggu 6 - Latihlah Diri Anda untuk Memberi
Minggu 7 - Kekayaan Kerajaan Sorga
Bila kita merenungkan dan melakukan FirmanNya dengan setia, maka akan menghasilkan perubahan kondusif dan dampak positif yang besar dalam diri kita semua.
Tuhan Yesus memberkati !!
Next...The inside of the book : Minggu 1, Hari 2 - TETAP KUAT DI TENGAH GONCANGAN
Tuhan Yesus memberkati !!
Next...The inside of the book : Minggu 1, Hari 2 - TETAP KUAT DI TENGAH GONCANGAN
Read More..
Label:
SORGA TERBUKA
Subscribe to:
Posts (Atom)














